Menenteng Sepeda dengan Gembira

Sepeda? Ditenteng? Buat apa? Bukankah sepeda diciptakan (oleh penemu) dan dibeli (oleh konsumen) untuk dinaiki, agar manusia dapat menjelajahi dunia dengan lebih cepat dan lebih sehat? Lalu apa alasannya?

Bicycle Frame Handle Praktis dan Nyaman

Yap, selalu ada alasan untuk menenteng sepeda. Jika Anda seorang pecinta sepeda alam, urusan mengangkat sepeda adalah hal lumrah manakala jalur yang ada di hadapan tiba-tiba terputus oleh aliran sungai yang lebih baik diarungi dengan kedua kaki. Atau, jika Anda ingin melewati anak tangga yang terlalu menantang dan berbahaya untuk Anda yang tak berkemampuan sepeda akrobatik.

Menenteng Sepeda Sambil Bercakap-cakap dan Mengobrol

Kreasi bikinan Walnut Studiolo ini mengimplementasikan ide KISS (Keep It Simple Stupid!) untuk memudahkan pemilik sepeda untuk menenteng tunggangannya. Dengan strap dari bahan kulit, pengguna tinggal mengikatkan kedua ujung “Bicycle Frame Handle” pada frame sepeda yang berbentuk V. Cukup mudah.

Cara Mengaplikasikan Penenteng Sepeda

Pilihan Warna Bicycle Frame Handle

Server Management: Mengaktifkan Apache SuExec pada WHM/cPanel

Bagi para penyewa Dedicated Server/VPS dengan control panel WHM/cPanel, maka sudah bisa dipastikan bahwa berbagai akun website yang berada di dalamnya, masing-masing dapat menjalankan aplikasi PHP berdasarkan nama user-nya. Sebagai misal sebuah web dengan domain akuganteng.com akan mendapatkan lokasi webroot berada di /home/akugante/public_html/. Semua file dan direktori yang berada di webroot tersebut akan memiliki nama user 'akugante' dengan nama group 'akugante'.

Hal ini dimungkinkan karena WHM sudah mengintegrasikan aplikasi suExec, yang bisa mengganti nama user default ‘apache’ dengan nama akun situs masing2. SuExec berfungsi untuk meningkatkan keamanan tiap-tiap akun situs, yang mana satu akun hanya dapat mengeksekusi file-file PHP dengan nama user dan group yang sama.

Bayangkan dengan keadaan default di mana nama user hanya satu yaitu 'apache' atau 'wwwrun', maka bilamana server tersebut dijual kembali sebagai reseller, seorang penyewa hosting yang mengerti tentang kode bisa mengunggah skrip PHP-nya ke server dan menggunakan skrip tersebut untuk mengakses direktori milik penyewa server lainnya.

Pertanyaan serius: Saya nggak bisa ngedit file template WordPress via wp-admin, kenapa?

Kembali ke WHM, ternyata pada keadaan default baru diinstall WHM/cPanel, PHP dijalankan sebagai DSO (Dynamic Shared Object) dan memiliki nama user ‘nobody’. Akibatnya, beberapa fungsi yang bisa dijalankan oleh PHP yang berkaitan dengan file system akan mengalami kendala.

Seperti contoh, pada CMS WordPress, di dalam panel admin dashboard, user bisa mengedit template dan plugin yang mereka punya. Nah, jika PHP masih berjalan sebagai DSO, maka otomatis user tidak akan bisa menyimpan hasil editan mereka (tombol “Update File” tidak muncul), karena user ‘nobody’ tidak bisa mengedit file dengan ownership ‘akugante’. Ini adalah contoh dari kasus yang lumayan sering muncul dari teman-teman yang baru saja memigrasikan situs-situs mereka ke server VPS/DS yang baru.

How To Enable WHM Apache PHP SuExec

Lalu, bagaimana cara mengaktifkan SuExec agar PHP dapat berjalan sesuai nama akun?
Ketik ‘suex’ di search box kiri atas, maka menu yang bejibun di panel kiri akan otomatis terfilter yang salah satunya adalah “Configure PHP and SuExec”. Klik, lalu ganti nilai dropdown dso menjadi cgi, lalu “Save new configuration”.

Sesederhana itu ternyata. Untuk mengetes, cobalah buka WordPress admin Anda, lalu edit salah satu template. Jika tombol “Update File” muncul berarti “Voila!”, Anda sakses!!

suexec activate on whm cpanel

Menonaktifkan Fitur Smooth Scrolling pada Mozilla Firefox 13

Rilis Firefox 13 ini sepertinya release yg banyak membawa masalah. Rekan hiraq melaporkan bahwa ada bug yang terjadi jika bertransaksi dengan PayPal. Memang tak semua mengalaminya, karena ada kawan lain yg tak bermasalah sama sekali ketika membuka PayPal di Firefox 13, jadi sepertinya ini kejadian per kasus.

Masalah bagi saya ketika upgrade ke Firefox 13 adalah adanya fitur smooth scrolling yang diaktifkan secara default oleh Firefox. Pada rilis sebelumnya, fitur ini sudah ada namun nilai default-nya adalah nonaktif. Fitur ini membuat pergerakan layar ketika kita menggeser ke bawah menggunakan wheel mouse menjadi lebih halus. Lebih indah memang, namun dalam jangka panjang fitur ini membuat mata saya sakit dan kepala berkunang-kunang karena bola mata dipaksa bergerak lebih cepat dengan fokus yg berganti-ganti. Saya terbiasa menggerakkan wheel mouse dengan cepat ke atas dan ke bawah untuk mencari informasi yang ingin saya akses dari sebuah halaman web.

Browser Opera menggunakan fitur smooth scrolling ini jauh sebelum Firefox membuatnya sebagai fitur default. Itu sebabnya saya tidak suka pakai Opera. Mungkin karena saya tidak tahu saja bagaimana mematikannya.

Mematikan fitur smooth scrolling pada Firefox ini ternyata mudah. Seperti biasa, opsi browser terletak pada menu Tools > Options. Di kotak dialog pilih tab Advanced, lalu tab General, dan hilangkan tanda centang pada checkbox “Use Smooth Scrolling

disable smooth scrolling on firefox 13