WordPress Tips: Menambahkan User Baru Lewat phpMyAdmin

Punya blog WordPress banyak (banget)? Saking banyaknya, sampai-sampai kamu lupa username dan password salah satu website? Asalkan kamu punya akses ke database via phpMyAdmin, kamu bisa reset password dengan beberapa langkah mudah.

Pertama, jelas sekali kamu harus login ke phpMyAdmin. Lalu pilih salah satu database WordPress yang ingin kamu ganti password-nya.

Pilih tabel wp_users, lalu klik ikon pensil di sebelah kiri username yg akan diganti password-nya. Di kotak dialog baru, hapus nilai field “user_pass” lalu ganti dengan password barumu. Kamu juga HARUS GANTI nilai dropdown function di samping “user_pass” dgn MD5.

WordPress Change Password via Phpmyadmin

Ada lagi lanjutannya, loh..

Status Pemindahan Blog Daniy! = Sukses

WordPress Backup

Alhamdulillah. Akhirnya blog ini bisa pindah dengan sukses dari server lama yang brengsek di Reseller Zoom ke ArdHosting. Biasanya saya minta tolong customer support hosting untuk memindahkan seluruh isi web via cPanel. Waktunya cukup cepat. 10 menit jadi. Terima kasih buanyak,  buat mas Adhit yang selalu membantu dengan sigap dan memuaskan. 

Namun, kali ini berhubung blog yang saya pindahkan ini tidak terlalu penting (isinya cuma gambar-gambar bekas), maka saya memutuskan untuk mencoba memindahkan sendiri blog WordPress ini dari server lama ke server baru. Untuk pemindahan manual, bisa dilakukan dengan dua cara: 

  1. Melalui dashboard admin WordPress Tools > Export. File backup yang akan di download berbentuk file XML. File tersebut yang akan kita import di dashboard admin Wordpress yang baru melalui menu Tools > Import
  2. Melalui kontrol panel phpMyAdmin di cPanel. File backup yang di download berbentuk SQL.ZIP (format SQL yang dikompresi ZIP). File tersebut akan di import ke server yang baru melalui phpMyAdmin juga. 

Pertama kali mengenal WordPress, saya selalu menggunakan cara pertama, karena prosesnya lebih mudah dimengerti ketimbang cara kedua. Saya tidak perlu mengerti tentang database dan phpMyAdmin. Tinggal export, pindah nameserver, tunggu beberapa saat hingga domain propagation berhasil, lalu install WordPress lagi di server yang baru. Nanti dari dashboard WordPress, file backup tadi tinggal di-import kembali. Mudah. 

Kekurangannya adalah, proses tersebut hanya menyimpan data tentang posting, page, dan komentar. Hal-hal lain seperti setting global WordPress akan mengikuti setting WordPress yang baru di-install. Jadi saya harus mengeset ulang seluruh setting yang ada di WordPress, mulai dari permalink, writing, reading, discussion, dll. Buruknya, link yang ada di blogroll juga tidak disertakan dalam file XML, sehingga jika saya lupa mencatat link apa saja yang ada sebelum backup XML, maka ucapkan selamat tinggal pada koleksi link tersebut. 

Cara kedua, melalui phpMyAdmin memang lebih ribet, namun lebih memuaskan hasilnya. Saya tidak perlu membuat setting ulang seluruh option yang ada di WordPress. Namun, ada beberapa hal tambahan yang perlu dicermati ketika melakukan backup dengan cara ini. Beberapa setting ulang perlu dilakukan, jika tidak, blog yang di-backup akan terlihat kosong (blank)

Mau tahu rinciannya? Insya Allah saya akan bagi langkah-langkahnya dalam artikel besok. 

Image from WordPrezzie

WordPress.Com Versi Bahasa Indonesia yang Wagu

Apakah bahasa kita yang memang tidak enak dibaca atau memang penerjemahnya yang kurang bisa menguasai teknik penerjemahan? WordPress.Com dalam versi bahasa Indoensia ini memang terkesan sedikit janggal dalam pilihan tampilan bahasa Indonesia. Coba simak beberapa bagian bagian yang diterjemahkan seperti ini:

  • Sudah keren? = Already Hip?
  • Tulisan Tertunda = Hawt Post
  • Bahasa Seleraku = Preferred Language

Pada bagian navigasi kanan atas bahkan tidak semuanya tidak terterjemahkan dengan baik.
Home – Daftarkan Diri – Features – Blog – Story – Advanced

Mungkin ada baiknya jika Matt Mullenweg menggunakan kamus Enggeris-Endonesah milik Hassan Shaddily dan John M. Echols ketimbang hanya mengandalkan robot penerjemah.

Change!

Serupa dengan judul buku yang ditulis oleh Rheinald Kasali, perwajahan blog ini pun telah berubah. Pergantian ini lebih banyak disebabkan oleh ketidaksengajaan. Beberapa hari yang lalu, mas Agus YogYes menghubungiku dan menginformasikan bahwa blog ini tidak dapat diakses. Ketika homepage yang diakses, maka yang tampil adalah halaman yang menyatakan bahwa cPanel telah terinstall dengan sukses, bukan posting dan segala elemen halaman seperti biasanya.

Rupanya ini adalah kesalahan pada perpindahan hosting dari Idwebhost ke ResellerZoom beberapa bulan yang lalu. Karena blog ini berada di subdomain, aku lupa bahwa aku harus menghapus subdomain dari hosting lama, lalu membuat lagi di hosting baru. Seharusnya, ketika masa account saya berakhir di Idwebhost, otomatis account hosting itu tertutup dan terhapus, yang mana akan sekaligus menghapus subdomainnya. Namun ternyata tidak. Entah karena admin Idwebhost yang lupa untuk menghapusnya, maka blog ini tetap hidup hingga berbulan-bulan.

Rupanya hari ini account tersebut telah terhapus dari record, sehingga saya bisa membuat yang baru di hosting ResllerZoom. Yang menjadi masalah sekarang adalah beberapa posting saya yang telah terpublikasi tak dapat terselamatkan. Saya memang pernah membuat fiile export wordpress. Namun, sayangnya, tak semua posting terikut, terutama setelah bulan Juli.

Bersama dengan ini, saya memonta maaf sehubungan dengan komentar-komentar yang telah dibuat oleh beberapa teman seperti Manggis dan Fir. Oleh karena insiden kecil ini, komentar tersebut hilang untuk selamanya.

Menulis Draft Artikel Untuk Blog: Post Editor atau Word Processor?

Jika anda pengguna blog dengan platform WordPress, sekali atau dua kali, anda pasti pernah mengalami hal seperti ini. Ide anda pada saat itu sedang penuh-penuhnya untuk membuat sebuah artikel untuk diterbitkan ke dalam blog. Mumpung sedang online, anda langsung saja login ke dashboard WordPress dan mengklik “Write Post”. Di sana anda langsung mengetikkan berparagraf-paragraf pemikiran anda yang mengalir begitu deras hingga anda yakin bahwa artikel yang sedang anda tuliskan tersebut akan meraih penghargaan Pulitzer.

Setelah anda puas dengan seluruh hasil ketikan dan beberapa editan di sana sini, maka anda merasa sudah cukup untuk menekan tombol “Publish”. Namun, tak disangka dan tak dinyana, koneksi internet anda terputus sejak duapuluh menit yang lalu (sebab masih menggunakan koneksi GPRS) dan anda tidak menyadarinya karena begitu asyiknya mengetik kalimat demi kalimat. Alhasil, bukannya artikel anda yang terpublikasikan, malah halaman pesan “Problem loading page – Server not found” yang anda temukan. Dengan harap-harap cemas, anda mengklik tombol “Back” dan berharap bahwa artikel yang telah anda ketik tadi masih ada pada kotak post editor. Continue reading

Menciptakan Sitemap Untuk Blog WordPress dengan Plugin Google XML Sitemap

Sitemap, sesuai dengan namanya, fasilitas ini memudahkan pengunjung, terutama pengunjung non-organik seperti robot spider search engine untuk menelusuri setiap bagian dari sebuah blog atau situs. Sitemap merupakan sebuah bentuk berstruktur dari sebuah blog yang memiliki link ke masing-masing halaman, sehingga tak pelak lagi sitemap memudahkan spider search engine untuk mengindeks setiap isi dan bagian dari situs/blog kita pada search engine secara lengkap.

Continue reading

Trackbacks; Apakah Itu?

Sifat alami dari blog sebagai sarana berkomunikasi,diwujudkan dengan adanya kotak komentar yang dapat diisi oleh siapa saja yang ingin memberikan pendapatnya atas artikel tersebut. Jikalau tak ingin berkomentar dan hanya ingin singgah dan berkata “Hai..” tampaknya bukan sesuatu yang haram.

Lain halnya jikalau kita mampir ke setiap posting dan mengisi kotak komentar dengan kata-kata “Hai, salam kenal. Lihat blogku ya di sini”. Komentar tersebut akan dicap sebagai spam dan akan diblok oleh si pemilik blog sebagai perusuh dan spammer sejati.

Continue reading