Tips Mengakali Telkom Ads Injection Script

Seperti yang digerutukan oleh Raymond Reddington dalam artikelnya di medium TELKOM Indonesia Secretly Injects Advertisements, Telkom ads memang sejak lama melakukan praktik ini. Yang dirugikan tentu pengguna layanan IndiHOME (dulu Speedy) yang notabene sudah membayar harga yang tidak murah untuk mendapatkan layanan internet bulanan.

Sebelum menggunakan IndiHOME, saya menggunakan provider XL yang juga sama curangnya: menginjeksi iklan ke dalam halaman web yang saya akses. Lebih parah, XL tidak hanya injeksi script tapi juga iframing website yang mengakibatkan gagal berfungsinya website yang menolak diakses dalam iframe. Sebagai contoh, jika saya menggunakan XL untuk mengakses situs Histats, maka saya tidak akan pernah bisa login karena akan terus redirect oleh sebab cookie yang ada tidak terbaca karena kondisi site yang diakses dalam sebuah iframe.

Mau tahu caranya akali Telkom ads? Baca selengkapnya

Disable Spell-Checking di Mozilla Firefox

Kalo Anda seorang blogger, terutama blog dengan bahasa Indonesia, seringnya Anda akan terganggu dengan fitur spell-checking yang dimiliki browser Mozilla Firefox yang menandai dengan garis bawah berwarna merah, hampir di seluruh tulisan Anda. Artinya, tulisan Anda sama sekali tidak sesuai dengan ejaan bahasa yang dimiliki Firefox, yaitu bahasa Inggris.

Menjengkelkan? Pasti. Anda pasti ingin mematikan fitur tersebut, namun sayangnya setelah bolak-balik mengecek tab Options, tidak ada satupun setting yang mengatur soal spell-checking.

Jangan patah arang. Anda bisa mematikan fitur tersebut dengan sedikit kerja keras. Mungkin Anda merasa bahwa cara ini terlalu “programmer” buat Anda, tapi sebenarnya tidak. Ini resmi fitur dari Firfox untuk meng-“hack” setting mereka yang tidak ada dalam menu Options.

Caranya

  1. Di address bar ketik “about:config” tanpa tanda petik,
  2. Cari dengan mengetik “spell” di search box,
  3. Klik dua kali pada entri “layout.spellcheck”,
  4. Ubah nilai “1” menjadi “0”

Selesai

The Principles of Successful Freelancing is FREE!

Freelancing Cover

Sitepoint baru saja memberi kesempatan bagi siapa saja untuk men-download salah satu ebook koleksinya. The Principles of Successful Freelancing adalah sebuah ebook yang mengulas tentang tips dan trik menjadi freelancer yang profesional. Sebelumnya, buku ini seharga $29.95, namun kali ini mereka memberlakukan status download gratis bagi siapa saja yang mem-follow mereka di Twitter.

Caranya… langsung saja ke sini. Follow account Twitter mereka atau masukkan alamat e-mail Anda ke dalam form yang tersedia.

Ingat, kesempatan ini hanya berlaku kurang dari 10 hari ke depan, atau tepatnya hari Minggu, 13 September 2009 pukul 11:59 PM.

Plugins Google Chrome… Akhirnya

Asyiikk..!! Itulah kata pertama yang saya lontarkan ketika mengetahui bahwa Google Chrome sudah mendukung adanya plug-ins atau extension. Mungkin sebenarnya ini berita basi, karena pengembangan plug-ins tersebut sudah ada semenjak akhir tahun lalu. Namun, bagaimanapun saya tetap bersenang hati karena, akhirnya saya menemukan fitur yang sangat saya inginkan di browser Chrome: FlashBlock.

Sebelumnya, saya hanya bisa menikmati plug-ins FlashBlock di browser Mozilla Firefox. Namun, karena browser rubah api tersebut terlalu berat bagi komputer saya yang buatan tahun 2002 inih, akhirnya saya hanya mengandalkan Google Chrome yang tanpa menyediakan extension untuk memblok aplikasi Flash.

YouTube Movie Blocked

Gambar di atas adalah ketika saya mencoba mengetes extension FlashBlock di situs YouTube. Statusnya: Berhasil.

Lalu kenapa saya begitu tidak menyenangi aplikasi Flash? Karena dia terlalu membebani browser yang saya pakai, sehingga ketika menjelajahi situs yang dipenuhi oleh obejk Flash, maka komputer saya akan terasa berat sekali. Sangat tidak nyaman untuk browsing.

Lah, berarti sampeyan gak bisa nonton onlien video di YouTube, dong??
Iya memang. Saya memang tidak hobi nonton online di internet. Kalau saya memang ingin menonton video klip yang ada di sana, tinggal download sajah lewat KeepVid. Gampang kan?

Status Pemindahan Blog Daniy! = Sukses

WordPress Backup

Alhamdulillah. Akhirnya blog ini bisa pindah dengan sukses dari server lama yang brengsek di Reseller Zoom ke ArdHosting. Biasanya saya minta tolong customer support hosting untuk memindahkan seluruh isi web via cPanel. Waktunya cukup cepat. 10 menit jadi. Terima kasih buanyak,  buat mas Adhit yang selalu membantu dengan sigap dan memuaskan.

Namun, kali ini berhubung blog yang saya pindahkan ini tidak terlalu penting (isinya cuma gambar-gambar bekas), maka saya memutuskan untuk mencoba memindahkan sendiri blog WordPress ini dari server lama ke server baru. Untuk pemindahan manual, bisa dilakukan dengan dua cara:

  1. Melalui dashboard admin WordPress Tools > Export. File backup yang akan di download berbentuk file XML. File tersebut yang akan kita import di dashboard admin Wordpress yang baru melalui menu Tools > Import.
  2. Melalui kontrol panel phpMyAdmin di cPanel. File backup yang di download berbentuk SQL.ZIP (format SQL yang dikompresi ZIP). File tersebut akan di import ke server yang baru melalui phpMyAdmin juga.

Pertama kali mengenal WordPress, saya selalu menggunakan cara pertama, karena prosesnya lebih mudah dimengerti ketimbang cara kedua. Saya tidak perlu mengerti tentang database dan phpMyAdmin. Tinggal export, pindah nameserver, tunggu beberapa saat hingga domain propagation berhasil, lalu install WordPress lagi di server yang baru. Nanti dari dashboard WordPress, file backup tadi tinggal di-import kembali. Mudah.

Kekurangannya adalah, proses tersebut hanya menyimpan data tentang posting, page, dan komentar. Hal-hal lain seperti setting global WordPress akan mengikuti setting WordPress yang baru di-install. Jadi saya harus mengeset ulang seluruh setting yang ada di WordPress, mulai dari permalink, writing, reading, discussion, dll. Buruknya, link yang ada di blogroll juga tidak disertakan dalam file XML, sehingga jika saya lupa mencatat link apa saja yang ada sebelum backup XML, maka ucapkan selamat tinggal pada koleksi link tersebut.

Cara kedua, melalui phpMyAdmin memang lebih ribet, namun lebih memuaskan hasilnya. Saya tidak perlu membuat setting ulang seluruh option yang ada di WordPress. Namun, ada beberapa hal tambahan yang perlu dicermati ketika melakukan backup dengan cara ini. Beberapa setting ulang perlu dilakukan, jika tidak, blog yang di-backup akan terlihat kosong (blank).

Mau tahu rinciannya? Insya Allah saya akan bagi langkah-langkahnya dalam artikel besok.

Image from WordPrezzie

IsabelMarco Itu Situs Apa Ya?

Isabel Marco Situs Anjrit Banget

Situs ini memang anjrit! Saya menemukannya melalui sebuah link referral seorang blogger yang memajang beberapa bukti payment online earning-nya. Yang membuat saya terhenyak adalah begitu banyaknya banner referral yang ada di homepage-nya. Lihat saja sidebar kanan dan kirinya yang dipenuhi banner program referral. Yang saya pajang di sini hanya sebagian saja yang mampu saya capture. Selebihnya masih beberapa ratus piksel lagi ke bawah, yang juga berisi banner referral.

Lebih tepat jika saya mengatakan situs ini mirip dengan pasar malam. Layout sederhana, dengan berbagai macam produk di kanan kiri, lengkap dengan animasi GIF, semuanya berebut minta diperhatikan. Sungguh mata saya langsung lelah begitu menatap situs ini selama 30 detik. 🙁

Dari sisi desain, situs ini sama sekali tidak menarik. Blass… kata orang Jogja. Namun, dari sisi pendapatannya, mungkin saja tidak bisa disepelekan. Dengan begitu banyaknya banner referral yang dipajang, maka earning yang didapat, jika dikumpulkan juga lumayan jumlahnya. Saya pikir mas Isabel ini menggunakan prinsip “biar receh asal banyak”. Boleh juga. Apalagi melihat status online user-nya via whos.amung.us. Rata-rata berkisar 250 user yang online dalam sekali waktu.

Yah, namanya juga orang usaha, mas. Yang penting niat dan usahanya. Begitu??

Flickr Video untuk Free Member

Siapa bilang upload video ke Flickr cuma bisa dilakukan paid member yang sudah membayar iuran tahunan $24.95? Sekarang free member-pun bisa melakukan upload video ke Flickr, namun dengan batasan. (Yang namanya gratis pasti tetap dibatasi, bukan?).

Flickr Video
Flickr Video

Sama seperti foto yang hanya dibatasi transfernya sebesar 100MB per bulan, video pun dibatasi hanya 2 buah per bulan. Video harus tidak melebihi durasi 90 detik dan maksimal berukuran 150MB.

Foto dari Blog Wired

WORKS