Daniy Image Manager Plugin Saves Your WordPress Queries for Attachments

Blogging with lots of images on each post is surely a repetitive task where in some time will burn you out. The task for opening and inserting images to the post is a boring task. For you who have a few WordPress coding skills, you can write a piece of code to call for the current post attachments and output it to the browser. I have this piece of code, once referred by Isnaini from a website which is now currently available. With a function called the_image(), any number of images attached to a post will be automatically listed along with the single page view.

Post Attachments GalleryPost Thumbnail Screenshot

One thing I found later, that it costs a bit of WordPress queries to call each those attachments off the database. Getting attachments with get_posts() function is one query, extracting its size and file location is another call to wp_postmeta where all data about an attachment is stored. So if you have 20 images in a post, you’ll end up with additional 21 queries. More queries means more load time for your server to response a request from browser. Bad.

So, now I improved those snippet so that every request to attachment in database will be only fired up once, and then cached silently into WordPress main posts table, the wp_posts table. This table and the corresponding table row is ALWAYS called everytime a post is requested, which means we don’t need to make additional queries just to get post attachments.

Now, here’s the plugin… Download from the WordPress.org repository

http://wordpress.org/plugins/daniy-image-manager/

Once you download, upload and install it on your WordPress, go to the text editor and put this single line of function in single.php right after <?php the_content(); ?> tag, to get ALL the post attachments

<?php imwp_view_gallery(); ?>

And in your archive.php, or category.php, put this function in a WordPress Loop to call the post thumbnail

<?php imwp_view_thumbnail(); ?>

MySQLdump Got Error 1016: Can’t Open File When Using LOCK TABLES

mysqldump got error 1016

mysqldump got error 1016. Pesan di atas saya temui barusan ketika mengekspor database WordPress, yang ternyata baru saya ketahui jumlah tabelnya ada 1719 buah. Error tersebut adalah kemungkinan yang akan muncul manakala kamu ingin mengekspor satu buah database dengan jumlah tabel hingga ribuan. Salah satu aplikasi PHP MySQL populer yang memungkinkan populasi tabel hingga empat digit adalah WordPress Multisite (dulu WordPress Multi User).

Instalasi WordPress single user, biasanya hanya membuat 11 buah tabel default. Menambahkan plugin ke instalasi WordPress adakalanya akan menambah tabel lagi, tergantung dengan plugin yang dipasang.

WordPress Multisite memungkinkan satu buah instalasi WordPress diisi dengan dua, tiga, hingga ribuan blog yang berbeda. Contoh paling mudah adalah WordPress.com yang merupakan satu buah instalasi WordPress dengan ratusan ribu blog di dalamnya. Satu buah blog memiliki 11 tabel MySQL, jadi bisa dihitung berapa juta jumlah tabel yang ada di situs WordPress.com.

Jadi, solusinya apa?

Successful PoF Advertising Campaign Infographic Summary

PoF atau Plenty of Fish adalah situs dating yang menjadi salah satu fenomena dalam sejarah perkembangan internet. Member PoF yang berjumlah jutaan tentu membuka peluang yang sangat besar bagi sang pemilik, Markus Frind, untuk me-monetize dengan jalan membuka advertising space bagi siapa saja yang hendak menarget segmen market tertentu yang ada di dalam demografi pengguna Plenty of Fish.

Advertiser atau pemasang iklan juga melihat kesempatan promosi yang lebih besar dengan adanya PoF Advertising. Dibandingkan dengan Facebook Ads, biaya iklan di PoF bisa jauh lebih kecil dengan hasil konversi yang sama atau lebih besar. Maka inilah yang dinamakan dengan berjodoh. Hehee..

Continue reading

Menenteng Sepeda dengan Gembira

Sepeda? Ditenteng? Buat apa? Bukankah sepeda diciptakan (oleh penemu) dan dibeli (oleh konsumen) untuk dinaiki, agar manusia dapat menjelajahi dunia dengan lebih cepat dan lebih sehat? Lalu apa alasannya?

Bicycle Frame Handle Praktis dan Nyaman

Yap, selalu ada alasan untuk menenteng sepeda. Jika Anda seorang pecinta sepeda alam, urusan mengangkat sepeda adalah hal lumrah manakala jalur yang ada di hadapan tiba-tiba terputus oleh aliran sungai yang lebih baik diarungi dengan kedua kaki. Atau, jika Anda ingin melewati anak tangga yang terlalu menantang dan berbahaya untuk Anda yang tak berkemampuan sepeda akrobatik.

Menenteng Sepeda Sambil Bercakap-cakap dan Mengobrol

Kreasi bikinan Walnut Studiolo ini mengimplementasikan ide KISS (Keep It Simple Stupid!) untuk memudahkan pemilik sepeda untuk menenteng tunggangannya. Dengan strap dari bahan kulit, pengguna tinggal mengikatkan kedua ujung “Bicycle Frame Handle” pada frame sepeda yang berbentuk V. Cukup mudah.

Cara Mengaplikasikan Penenteng Sepeda

Pilihan Warna Bicycle Frame Handle

Server Management: Mengaktifkan Apache SuExec pada WHM/cPanel

Bagi para penyewa Dedicated Server/VPS dengan control panel WHM/cPanel, maka sudah bisa dipastikan bahwa berbagai akun website yang berada di dalamnya, masing-masing dapat menjalankan aplikasi PHP berdasarkan nama user-nya. Sebagai misal sebuah web dengan domain akuganteng.com akan mendapatkan lokasi webroot berada di /home/akugante/public_html/. Semua file dan direktori yang berada di webroot tersebut akan memiliki nama user 'akugante' dengan nama group 'akugante'.

Hal ini dimungkinkan karena WHM sudah mengintegrasikan aplikasi suExec, yang bisa mengganti nama user default ‘apache’ dengan nama akun situs masing2. SuExec berfungsi untuk meningkatkan keamanan tiap-tiap akun situs, yang mana satu akun hanya dapat mengeksekusi file-file PHP dengan nama user dan group yang sama.

Bayangkan dengan keadaan default di mana nama user hanya satu yaitu 'apache' atau 'wwwrun', maka bilamana server tersebut dijual kembali sebagai reseller, seorang penyewa hosting yang mengerti tentang kode bisa mengunggah skrip PHP-nya ke server dan menggunakan skrip tersebut untuk mengakses direktori milik penyewa server lainnya.

Pertanyaan serius: Saya nggak bisa ngedit file template WordPress via wp-admin, kenapa?

Kembali ke WHM, ternyata pada keadaan default baru diinstall WHM/cPanel, PHP dijalankan sebagai DSO (Dynamic Shared Object) dan memiliki nama user ‘nobody’. Akibatnya, beberapa fungsi yang bisa dijalankan oleh PHP yang berkaitan dengan file system akan mengalami kendala.

Seperti contoh, pada CMS WordPress, di dalam panel admin dashboard, user bisa mengedit template dan plugin yang mereka punya. Nah, jika PHP masih berjalan sebagai DSO, maka otomatis user tidak akan bisa menyimpan hasil editan mereka (tombol “Update File” tidak muncul), karena user ‘nobody’ tidak bisa mengedit file dengan ownership ‘akugante’. Ini adalah contoh dari kasus yang lumayan sering muncul dari teman-teman yang baru saja memigrasikan situs-situs mereka ke server VPS/DS yang baru.

How To Enable WHM Apache PHP SuExec

Lalu, bagaimana cara mengaktifkan SuExec agar PHP dapat berjalan sesuai nama akun?
Ketik ‘suex’ di search box kiri atas, maka menu yang bejibun di panel kiri akan otomatis terfilter yang salah satunya adalah “Configure PHP and SuExec”. Klik, lalu ganti nilai dropdown dso menjadi cgi, lalu “Save new configuration”.

Sesederhana itu ternyata. Untuk mengetes, cobalah buka WordPress admin Anda, lalu edit salah satu template. Jika tombol “Update File” muncul berarti “Voila!”, Anda sakses!!

suexec activate on whm cpanel