Daily Extreme Sports

Cerita ini bukan isapan jempol, melainkan adalah fakta yang terjadi di daerah Beichuan provinsi Sichuan, China. Setiap orang yang akan melakukan aktivitas harian, harus melewati penyeberangan sungai yang hanya berupa seutas kawat baja yang direntangkan dari satu sisi ke sisi yang lain. Para penduduk kemudian bergantian menggunakan katrol untuk melewati kawat baja ini. Yup, seperti sebuah olahraga ekstrim (extreme sports), namun saya lupa namanya.

Si

Hal ini terjadi semenjak gempa bumi besar yang melanda China pada Mei 2008 lalu, yang meruntuhkan satu-satunya jembatan penghubung. HIngga kini, jembatan yang runtuh tersebut belum diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Jika jarak antara kedua sisi penyeberangan adalah 50 meter, maka jarak yang ditempuh setiap orang setiap harinya adalah 100 meter. Dalam satu bulan, setiap orang tercatat telah berolahraga ekstrim sejauh 3 kilometer melewati seutas kawat baja.

Cukup ekstrim. Setidaknya bagi saya.

Via Kottke and WSJ

Hari ini 2 Tahun Yang Lalu

Pagi ini 2 tahun yang lalu saya terbangun dengan terburu-buru. Bukan sekedar dering alarm ponsel biasa, namun guncangan 5,8 skala richter yang seketika membuat saya berpikir bahwa saya telah berada di ujung dunia. Kiamat!

Setelah satu menit berlalu, saya mencoba menduga apa gerangan yang terjadi se kaligus memastikan posisi matahari, apakah masih terbit dari timur ataukah sudah dari barat. Ternyata semua baik-baik saja, namun tidak setelah itu.

Dalam hitungan jam, dunia telah mengetahui sebuah berita baru: Ada gempa di Jogja.

WORKS