Cerita ini bukan isapan jempol, melainkan adalah fakta yang terjadi di daerah Beichuan provinsi Sichuan, China. Setiap orang yang akan melakukan aktivitas harian, harus melewati penyeberangan sungai yang hanya berupa seutas kawat baja yang direntangkan dari satu sisi ke sisi yang lain. Para penduduk kemudian bergantian menggunakan katrol untuk melewati kawat baja ini. Yup, seperti sebuah olahraga ekstrim (extreme sports), namun saya lupa namanya.
Hal ini terjadi semenjak gempa bumi besar yang melanda China pada Mei 2008 lalu, yang meruntuhkan satu-satunya jembatan penghubung. HIngga kini, jembatan yang runtuh tersebut belum diperbaiki oleh pemerintah setempat.
Jika jarak antara kedua sisi penyeberangan adalah 50 meter, maka jarak yang ditempuh setiap orang setiap harinya adalah 100 meter. Dalam satu bulan, setiap orang tercatat telah berolahraga ekstrim sejauh 3 kilometer melewati seutas kawat baja.
Cukup ekstrim. Setidaknya bagi saya.

Seorang lelaki berumur 27 tahun yang bernama Murdani Eko dan berdomisili di Jogjakarta. Dia hobi mengumpulkan gambar-gambar bekas yang kemudian dipublikasikannya kembali ke dalam blog ini. Pernah bersekolah di TK Sepinggan, SD Negeri 014 Balikpapan, SMP Negeri 1 Balikpapan, dan SMU Negeri 1 Balikpapan. Bagi kawan-kawan lama yang ingin menghubungi, bisa mengontak melalui e-mail daniy [at] syahdiar.org,
One Comment
halu…
flying fox…flying volk ding
————————————————————————–
Kalo, ini flying fox karena kepepet, bukan hobi. Heheee..