Gantian Wilayah Negara Yuk

Mari Bertukar Wilayah Negara

Mari sedikit berandai-andai jika masing-masing negara di dunia ini bertukar wilayah sesuai dengan jumlah populasinya. Dengan demikian, setiap negara akan memiliki proporsi tingkat kepadatan penduduk yang sama. Problem kekurangan wilayah karena pertumbuhan jumlah penduduk bisa diatasi.

Jika diandaikan, maka peta dunia akan berubah seperti di bawah ini.

Gantian Wilayah Negara Yuk

Indonesia ternyata cukup layak menduduki wilayah Republik Rakyat China, karena populasinya yang begitu besar. Sedangkan China sendiri menggusur tetangganya, Rusia, ke wilayah Kazakhstan. Lebih lengkap tentang penjabarannya, baca di sini. Kurang puas lihat petanya, lihat di sini

Staircase Danny Kuo Laci Bertingkat

Laci Bertingkat Penghemat Tempat

Membangun dengan orientasi vertikal adalah salah satu solusi praktis dalam menghadapi problema (crutt ..!!) keterbatasan ruang dan lahan masa kini. Rumah susun dan apartemen adalah aplikasi nyata dari konsep pembangunan vertikal.

Konsep ini tidak hanya bisa diterapkan pada bidang arsitektur saja. Para penghuni rumah susun dan apartemen itu sendiri, pasti memiliki keterbatasan ruang di dalam tempat tinggal yang mereka miliki. Jawabannya,  adalah perabot atau furnitur yang berorientasi vertikal. Contoh nyata yang sudah ada semenjak jaman dahulu adalah ranjang bertingkat. Saya dan adik pernah punya dulu semasa SD hingga SMP, sehingga kami bisa memiliki ruang bermain di kamar yang lebih luas, karena area tidur yang seharusnya untuk dua orang bisa dihemat dengan satu area saja.

Staircase Danny Kuo Furnitur InteriorPenggunaan konsep furnitur vertikal ini coba dituangkan desainer Danny Kuo ke dalam karya aplikatifnya Staircase. Desain ini adalah laci bertingkat sembilan yang tingginya hampir satu setengah kali tinggi manusia. Laci paling atas dapat diakses dengan menggunakan laci-laci yang ada di bawahnya.

Staircase Danny Kuo Laci Bertingkat

Yup! Itulah mengapa furnitur laci ini disebut sebagai Staircase.

Jika Tool Photoshop Itu Nyata..

Tool pertama kali yang membuat saya terkagum-kagum pada Photoshop adalah Patch Tool. Ikon berbentuk tambalan kain ini hampir serupa dengan Clone Stamp Tool, namun lebih pintar. Ia tidak mengopi seluruh piksel dari source area ke area lain, melainkan hanya mengopi tekstur dan menggandakannya. Maka, pekerjaan menghapus jerawat dan kerutan tak elok di foto wajah bisa selesai dalam sekejap.

Aplikasi lain dalam Photoshop yang cukup membantu adalah Hue/Saturation Adjustment yang bisa mengubah warna dalam sekejap. Jadi, semisal saya membutuhkan pas foto dengan tiga warna latar belakang berbeda, saya hanya perlu berfoto sekali, lalu mengedit saturasinya dalam Photoshop. Tinggal geser slider ke arah yang diinginkan, warna pun langsung berubah.

Photoshop Tools in Real Life

Lalu, saya pun berandai-andai jikalau kesaktian Photoshop ini bisa digunakan dalam dunia nyata. Mungkin saya membeli tiga baju dalam setahun, lalu mengganti warnanya sesuka hati dengan instan. Adapun masalah penampilan fisik seperti jerawat, kulit gelap, kerutan dan lain-lain bisa dilakukan dengan sekali usap tanpa harus pergi ke salon ketampanan (sebab salon kecantikan untuk perempuan).

Bisa dibayangkan perusahaan kosmetik sekelas L’Oreal ataupun beauty center seperti Natasha akan gulung tikar karena ini.

Mimpi itu setengah terwujud, ketika saya menyaksikan sebuah film pendek berdurasi 1:45 menit hari ini. Bertajuk I Have PSD, video buatan Hyperakt tersebut mampu mevisualisasikan bagaimana Photoshop memermudah kehidupan, apabila tool-tool Photoshop berfungsi di dunia nyata.