Get Happy Lyrics

When love just seem so wonderful, I want to sing this song again and again..

Oh…Yeh…
Get happy with me , just you and me
Get happy with me, together
Forget your previous to be with me
Dress up yourself so you can impress me
Walking together uhhhh…
Breathing together Ahhhhh…
Dancing together Uhhhhh…
Spending your time,just you and me
Like nobody’s there around the world

Get happy with me
So we can clap our hands
Put your arms surround me so I can put mine around you
How large it is when we also happy
Nothing in this world can get to me

Walking together uhhhh…
Breathing together Ahhhhh…
Dancing together Uhhhhh…
Spending your time,just you and me
Like nobody’s there around the world

It could be forever
You and me together
Come with me whenever
And the world come around me

Get happy with me
So we can clap our hands
Put your arms surround me so I can put mine around you
How large it is when we also happy
Nothing in this world can blend get to me

Indonesia Bangsa Maling

Tersinggung? Jujur saya pun tersinggung dengan judul ini. Tapi, bagaimana lagi jika kita terus menerus disajikan dengan berita-berita miris tentang orang-orang Indonesia yang silih berganti mengambil sesuatu yang bukan haknya dengan cara ilegal.

Sejak empat tahun terakhir, kita semakin sering disuguhi dengan berita-berita terkuaknya kasus white collar crime yang dilakukan oleh para petinggi negara. Kasus korupsi, kongkalikong, dan surat sakti adalah sebuah rahasia umum di era orde baru, yang pada pemerintahan kali ini mulai diberantas satu per satu. Terlepas dari berhasilnya pemberantasan kasus korupsi, negara kita pernah menyandang gelar tidak terhormat sebagai negara dengan indeks korupsi tertinggi di Asia Tenggara. Mengenaskan.

Di jagad maya, Indonesia pernah terkenal dengan sarangnya carder alias maling kartu kredit yang kerap meresahkan para pemilik kartu kredit dan juga pemilik situs jualan online. Dengan kepandaian yang disalahgunakan, orang-orang ini dapat dengan santai membelanjakan uang orang lain untuk barang-barang yang bernilai wah. Sebut saja mesin motor gede Harley Davidson, atau satu kontainer notebook high-end yang tentu tidak mampu terbeli oleh kocek mahasiswa kost-kostan. Fenomena ini kemudian berdampak pada dimasukannya Indonesia ke dalam black list negara dengan kejahatan e-commerce yang tinggi. Layanan internasional seperti PayPal serta merta menutup servisnya di Indonesia. Beberapa situs toko online memblokir permintaan pembelian yang berasal dari Indonesia atau pengiriman barangnya ditujukan ke Indonesia.

Dua hal di atas adalah contoh ‘prestasi’ bangsa kita sebagai maling.

Jembatan Suramadu

Beberapa hari setelah presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan mega proyek ambisius jembatan Suramadu pada 10 Juni 2009, terkuaklah berita miris tentang hilangnya beberapa (atau malah banyak) baut pengencang rambu-rambu lalu lintas di jembatan sepanjang 5 kilometer itu. Saya merasa bahwa pidato kebanggaan presiden yang menyanjung putra-putri terbaik Indonesia tersebut, rusak oleh segelintir tangan-tangan jahil yang terlalu kreatif namun keblinger.

Pencurian baut rambu-rambu lalulintas jembatan Suramadu adalah contoh kecil dari sekian banyak kasus yang sama dalam pencurian fasilitas negara. Para pencuri ini adalah koruptor kelas tai tikus. Sama seperti para pencuri besi rel kereta api, pencuri kabel listrik PLN, dan pengutil pagar-pagar besi taman kota.

Kita bisa melihat bahwa pencurian tersebut tidak hanya merugikan negara secara materiil, namun juga bisa memunculkan potensi kerugian yang berdampak langsung kepada rakyat sekelas mereka. Bayangkan, jika rambu-rambu tersebut tidak memiliki baut, maka seketika ia bisa terlempar oleh angin dan menimpa pengendara sepeda motor yang tengah melintas di sekitarnya. Kereta api yang tengah melaju akan terlempar keluar dari jalur sebab besi tempat berjalannya telah berpindah entah kemana. Mereka tidak berpikir, bahwa bisa saja pengendara motor nahas itu adalah paman mereka, dan penumpang yang berada dalam kereta api yang terguling adalah ibu mereka. Apakah mereka sempat berpikir? Tidak.

Ada banyak motif yang melatarbelakangi seseorang menjadi maling. Bagi mereka yang menyebut diri mereka miskin, mereka menyalahkan nasib mereka yang kurang beruntung dan merasa tertindas orang yang lebih berkuasa, sehingga melegitimasi bahwa tindakan pencurian mereka adalah benar. Mencuri itu halal jika kepepet.

Pencuri juga bisa timbul dari efek pencontohan. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. “Lah, yang di atas aja boleh ngambil duit negara bermilyar-milyar, masak saya ndak boleh ngambil baut jembatan barang sekarung aja?”. Nah, kalau yang ini pencuri goblok yang tidak kreatif. Blass, kata orang Jawa. Bisanya cuma mencontoh orang lain, mencontek, melakukan sesuatu karena orang lain juga melakukannya. Saya mencuri karena dia mencuri.

Lain lagi cerita dari maling intelek pencuri kartu kredit. Ada sebuah pembelaan yang pernah saya dengar bahwa mereka bukanlah maling melainkan pahlawan. Mereka menyamakan diri mereka serupa Robin Hood yang merampas harta dari kapitalis Amerika. Hanya untuk memberikan sekedar pelajaran kepada rakyat negara adidaya tersebut.

Tapi, hellooo… Bukankah kita semua sepakat bahwa semua tindakan mengambil hak orang lain tanpa izin adalah tidakan pencurian? Apapun alasannya, mencuri adalah hal yang tidak dapat dibenarkan dari segala sudut pandang, tanpa terkecuali. Bahkan dari sisi agama. Namun, apakah ada yang tahu jikalau para pencuri tersebut beragama?

Motif mencuri semata-mata masalah akhlak. Sebesar apapun harta kekayaan maupun kepintaran seseorang jika tidak memiliki akhlak yang baik, tentu cerita tentang kasus-kasus seperti ini akan terus terulang. Dan Indonesia akan mendapat predikat bangsa maling di masa depan. Saya tidak ingin disebut sebagai warga negara bangsa maling. Anda?

Laga Tiga Calon Presiden Dalam Satu Arena

Calon Presiden RI 2009 - 2014

Debat calon presiden republik Indonesia yang disiarkan langsung bersamaan di beberapa televisi swasta berlangsung hangat. Acara ini adalah pertama kalinya semua calon presiden dipertemukan untuk memaparkan visi dan misinya di depan audiens umum. Dipandu oleh Helmy Yahya dan Anies Baswedan, debat capres adalah acara yang harus diikuti oleh seluruh calon pemilih yang akan memberikan suaranya pada tanggal 8 Juli besok. Sebab dengan acara ini, rakyat bisa langsung menilai bagaimana calon pemimpin masa depan mereka menjawab isu yang sama, pada waktu dan tempat yang sama.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada calon presiden adalah isu-isu yang tengah hangat dan berkembang saat ini. Mengenai undang-undang pengadilan tipikor yang harus terselesaikan pada bulan September besok, berikut tentang kondisi alat utama sistem pertahanan (alutsista) dalam negeri yang tengah menjadi sorotan. Mengenai kondisi alutsista ini tentu adalah hal yang krusial karena pada saat yang sama, Indonesia tengah menghadapi bibit-bibit konfrontasi dengan negara tetangga.

Sesi pertama berlangsung dengan cara satu pertanyaan dijawab oleh masing-masing capres dengan batas waktu selama 2 menit. Sesi kedua dijalankan sama seperti sesi pertama, namun kali ini masing-masing capres mendapat tambahan waktu satu menit untuk mengomentari program yang dipaparkan oleh calon presiden yang lain. Pada sesi kedua dilontarkan pertanyaan mengenai penanganan pungutan liar yang sudah mengakar dan membudaya dalam birokrasi Indonesia, juga tentang isu tenaga kerja Indonesia yang kerap berhadapan dengan kekerasan dan perlakuan tidak menyenangkan di negara tempat mereka bekerja.

Ketiga capres yang berlaga SBY,JK, dan Megawati menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan sesuai dengan pandangannya masing-masing. Secara garis besar saya menilai performa masing-masing capres dengan dengan cara mereka menjawab. Dari hal ini, saya lebih bersimpati dengan SBY yang menjawab dengan lugas dan jelas. SBY memaparkan pandangannya dengan jawaban-jawaban yang eksplisit, langsung mengena dengan inti pertanyaan yang diberikan. JK juga sebenarnya menjawab dengan lancar, namun jawabannya tidak sedetil SBY.

Megawati sendiri menempati posisi terendah dalam penilaian saya, karena cara menjawabnya yang berputar-putar, tidak langsung menjawab pada inti permasalahan. Kondisi ini mungkin bisa saya simpulkan secara pribadi adalah dikarenakan kedua capres yang pertama berada pada posisi incumbent. Mereka lebih tahu permasalahan yang tengah dihadapi dalam mengelola pemerintahan saat ini. Megawati, yang memang pernah menjabat presiden sebelum SBY, selama ini hanya bisa melihat dari luar. Sehingga ketika dilontarkan pertanyaan tentang kebijakan keadaan alutsista yang dihadapi Indonesia, beliau tidak menjawab dengan eksplisit. Berbeda dengan SBY yang memaparkan rancangan anggaran alutsista dengan angka-angka, menaikkannya hingga pada taraf normal yaitu 120 triliun rupiah per tahun.

Dari seluruh jawaban yang diberikan masing-masing capres, bagaimanapun keputusan akhir ada di tangan pemilih. Andalah yang akan menentukan siapa yang akan memimpin negeri yang kita tinggali selama lima tahun ke depan.

Kartun Pagi di Televisi

Beberapa pagi ini, saya terbangun dari tidur dan langsung meraih remote control televisi. Hal yang sangat jarang sekali saya lakukan mengingat kotak ajaib ini baru saja menempati salah satu sudut ruang di kamar tidur. Acara televisi pagi hari tergolong cukup bermutu dibandingkan dengan siang hari. Pada pagi hari, saya bisa menonton acara Kabar Pagi AnTeve yang mengulas singkat kejadian yang terekam dalam 24 jam terakhir. Yah, sejenis detik.com itu, namun tanpa klik dan scroll. Tinggal tonton dan dengar.

Selepas berita pagi, biasanya dilanjutkan dengan menonton kartun anak-anak seperti Avatar: The Last Airbender. Serial yang menceritakan tentang petualangan seorang anak pengendali kekuatan angin (kelak akan menguasai keempat unsur bumi: tanah, air, angin, api) yang dikejar-kejar oleh negeri penguasa api. Ceritanya sangat menarik ketimbang Naruto dan anime sejenisnya, dan lebih mudah untuk dicerna bagi saya pribadi.

tokoh kartun pororo

Di antara kartun-kartun pagi yang ada di televisi, satu kartun baru yang menarik perhatian saya adalah Pororo: The Little Penguin. Audiens kartun ini memang lebih muda ketimbang Avatar, karena ia menyajikan pengajaran tentang huruf dan angka. Tokoh-tokoh yang ada di kartun Pororo adalah Pororo sendiri (penguin), Crong (dinosaurus), Poby (beruang kutub), Eddy (serigala), dan Loopy (berang-berang). Mereka hidup di pulau yang tertutup e dan salju di mana mereka bermain dan belajar di sana.

Kartun Pororo mengajarkan anak-anak usia belia tentang nilai-nilai baik kehidupan seperti tolong menolong, kejujuran, kerjasama, dan penghargaan. Pada sebuah episode, diceritakan bahwa di Loopy datang membawa stetoskop dan mengajak untuk bermain dokter-dokteran. Pasien pertamanya adalah Crong sang dinosaurus. Ketika Loopy meletakkan stetoskop di perut Crong, ia pun langsung berkata bahwa Crong sedang lapar, yang langsung dibenarkan oleh Crong.

Teman-teman yang lain pun terkaget-kaget bagaimana Loopy mampu mengetahui hal tersebut hanya dengan menempelkan alat stetoskop pada tubuh seseorang. Maka mereka mengira bahwa Loopy bisa mengetahui semuanya melalui alat tersebut.

Ketika tiba giliran Pororo, ia merasa takut dan menolak untuk diperiksa serta langsung mengakui bahwa ia pernah menjatuhkan kue milik Loopy di rumahnya. Hal tersebut terjadi pula ketika giliran Poby yang mengakui bahwa ia telah membuat sebuah bola salju raksasa yang akhirnya melindas Pororo. Semua berkata jujur atas hal-hal buruk yang telah mereka lakukan kepada teman-temannya.

Sang Loopy kemudian mengetahui bahwa kesalahpahaman telah terjadi pada teman-temannya yang mengira Pororo bisa mengetahui segala hal yang ada pada temannya hanya dengan menempelkan alat stetoskop. Dia pun mengatakan bahwa stetoskop hanya bisa mengetahui apa yang sedang terjadi pada tubuh seseorang, bukan mengetahui rahasia yang mereka simpan.

Hal baik yang diungkap pada cerita ini adalah kejujuran kepada sesama. Terbukti ketika semuanya berkata jujur pada temannya, masing-masing merasa lega dan nyaman.

Sebuah contoh yang baik untuk diajarkan kepada anak Anda tentunya.