Televisi Dua Ukuran

Televisi Dua Ukuran
Ada dua rasio ukuran televisi yang lazinm digunakan dalam dunia pertelevisian, rasio 4:3 dan rasio 16:9. Rasio yang pertama adalah standar yang digunakan untuk televisi pada umumnya, sedangkan yang kedua merupakan standar yang disebut sebagai widescreen atau layar lebar.

Desain televisi asimetris nan unik ini adalah kreasi daripada Studio FRST. Jadi, Anda sudah bisa menyaksikan film dalam dua jenis standar ukuran televisi.

Via

Daily Extreme Sports

Cerita ini bukan isapan jempol, melainkan adalah fakta yang terjadi di daerah Beichuan provinsi Sichuan, China. Setiap orang yang akan melakukan aktivitas harian, harus melewati penyeberangan sungai yang hanya berupa seutas kawat baja yang direntangkan dari satu sisi ke sisi yang lain. Para penduduk kemudian bergantian menggunakan katrol untuk melewati kawat baja ini. Yup, seperti sebuah olahraga ekstrim (extreme sports), namun saya lupa namanya.

Si

Hal ini terjadi semenjak gempa bumi besar yang melanda China pada Mei 2008 lalu, yang meruntuhkan satu-satunya jembatan penghubung. HIngga kini, jembatan yang runtuh tersebut belum diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Jika jarak antara kedua sisi penyeberangan adalah 50 meter, maka jarak yang ditempuh setiap orang setiap harinya adalah 100 meter. Dalam satu bulan, setiap orang tercatat telah berolahraga ekstrim sejauh 3 kilometer melewati seutas kawat baja. 

Cukup ekstrim. Setidaknya bagi saya.

Via Kottke and WSJ

Iklan Chocolatos yang Italiano?

Chocolatos Chocolate

Ada yang aneh ketika saya menonton iklan Chocolatos versi anak perempuan yang berkhayal sebab telah memakan sebatang coklat berjudul Chocolatos produksi GarudaFood. Anak perempuan tersebut merasa sedang berhadapan dengan seorang pria ganteng nan cakep yang melenakannya.

Dalam sekejap, sang pria ganteng berubah menjadi ayah sang anak perermpuan yang mengguncang-guncang tubuh anaknya. Dia pikir anaknya telah terasuki sesuatu sehingga ia perlu menyadarkannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sang anak yang kemudian protes karena lamunannya yang hampir sukses dibuyarkan oleh ayahnya, berkata dalam logat ala Italia: “Papaaa.. saya mau chocolatos..!!”

Namun, apa yang saya dengar bukanlah sebuah logat bicara ala Italia, melainkan logat daerah Bugis, Maluku, atau Timor. 

Apakah Anda juga menyadarinya?