Ayuk Kumpul Lagi Bareng Jumatan di Wangsit 3.0

banner logo acara wangsit 3.0

Menyambut datangnya tahun baru masehi 2009, sekaligus menyongsong kesempatan berikut tantangan-tantangan yang menghadang di tahun depan, maka komunitas Jumatan.Com kembali menggelar sebuah acara kumpul-kumpul membahas online earning atau mencari penghasilan di dunia internet.

Berbicara tentang dunia internet yang menjanjikan pundi-pundi dollar, terkadang tersembul sebuah anggapan bahwa penghasilan tersebut mudah adanya. Tinggal duduk di depan komputer, ketak-ketik, kopa-kopi sana sini, dan dalam hitungan bulan, kita sudah bisa menikmati penghasilan yang berupa mata uang dollar. Kelihatannya memang lebih bergengsi dapat penghasilan dollar, apalagi di tengah masa krisis seperti ini, ditambah lagi dengan kian membubungnya nilai tukar dollar terhadap rupiah dari hari ke hari.

Apakah semudah itu? Bisa ya, bisa tidak. Semua tergantung kepada usaha, kerja, dan keberuntungan masing-masing. Namun sebelum kita benar-benar menggantungkan harapan pada mata pencaharaian sau ini, ada baiknya kita mengetahui dulu cara, teknik, dan trik dalam menggarap lahan internet.

Kumpul-kumpul dari Jumatan.Com kali ini sama seperti dua event yang diselenggarakan sebelumnya: Tolak Banned dan Dollar Ngepet. Jika dibandingkan dengan seminar atau pelatihan yang biasa digelar, acara ini memang berformat kumpul-kumpul sambil berbagi pengalaman tentang dunia online earning.

Siapapun yang tertarik untuk ikut bergabung dan berbagi pengalaman boleh ikut. Spesifikasi berikut kontribusi acara ini adalah seperti berikut:

  • Biaya: Rp. 45.000,-
  • Lokasi: Hotel Wijaya II di Lokasi Wisata Kaliurang – Yogyakarta, lokasi yang sama dengan acara Dolar Ngepet sebelumnya.
  • Acara: Wejangan dari Om – Om Sukses tentang online earning dan SEO, tanya jawab dan ngobrol ngalor-ngidul selama 2 hari.

Sampai jumpa di Wangsit 3.0!

Tragedi Mumbai

Mumbai tragedy
running man carrying wounded person

Mumbai, India kembali diguncang tragedi. Malam tadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat, beberapa orang bersenjata melakukan penyerangan di Hotel Taj Mahal dan Hotel Oberoi. Kedua hotel tersebut termasuk ke dalam hotel kelas atas. Dalam kejadian tersebut dilaporkan sekitar 87 orang terluka dan 185 lainnya terluka serius. Para penyerang menggunakan senjata api serta granat dalam melakukan aksinya.

Penyerangan ini merupakan hal yang kesekian kalinya terjadi di India. Pada bulan Juli 2006, serangan bom menewaskan sekurangnya 209 orang pada sebuah stasiun kereta api yang sibuk. Ahmedabad menjadi giliran serangan bom selanjutnya pada bulan Juli kemarin dan mengakibatkan 49 korban tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka.

India memang negeri penuh tragedi. Di tengah gemerlapnya nyanyian dan goyangan, India menyimpan sisi kelam yang tidak mudah. Saya bersyukur bisa hidup di Indonesia yang walaupun tidak terlalu damai, namun tidak seberbahaya India.

Kumis.. Kumis.. Kumisnya, Bang..!!

Andaikan saja itu suara penjaja kumis keliling yang saban hari muter di kompleks, mungkin kalimatnya seperti itu. Atau bisa juga: “Kumis.. Kumis.. Kumisnya, Bu… Buat Bapaknya. Dijamin tambah bikin geli..” Memangnya ibu-ibu butuh geli buat apaan? Sudahlah, itu urusan ibu-ibu rumpi.

Kinds of Moustaches

Montase foto karya Jason Kottke

Tapi keberadaan kumis-kumis ini nyata adanya. Dijual dengan harga yang cukup fantastis. Berminat mencoba? Langsung aja ke sini, deh. Ada banyak pilihan dan bentuk. Dijamin tambah macho, garang, dan sangar.

Primitif Nyang Modern

Notebook Sony Vaio Buy Low Price

Hayo.. Ini foto asli apa bukan? Mungkin “Dia Yang Tak Boleh Disebut Namanya” bisa memberikan klarifikasi, ketimbang hanya meneliti tentang skandal Bupati Aceh, skandal vokalis The Titans, skandal…. apa lagi ya? Countless.

Terlepas dari kebenaran apakah foto ini benar-benar asli atau hanya tipuan trik Photoshop, keberadaan suku terasing yang masih banyak tersebar di penjuru Nusantara patut mendapat perhatian. Tak cuma suku-suku terpencil di timur pedalaman Papua, beberapa saudara sebangsa kita juga masih mendiami tanah leluhur mereka pada daerah-daerah yang sulit terjangkau di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Masih dengan segala kekurangan dan keterbatasan, baik dalam hal akses konsumsi, transportasi, informasi, maupun layanan kesehatan.

Sebab, mereka terkadang hanya “laku” setiap lima tahun sekali. Dan Pilkada.